Pagi ini.
Ku rasa ini jam 2 pagi ketika aku menuliskan kisah ini.
Perjalanan terus berlanjut, tak ada seorang pun yang berusaha untuk terhibur disini. Mereka terus berkonsentrasi ke segala arah. Mereka terus waspada dengan setiap gerakan yang muncul, dari atas, kanan, kiri, bawah, depan dan belakang. Mereka semua sama denganku. Tak ada yang menginginkan hal yang seperti ini. Hidup selalu dipenuhi dengan ketakutan, ketakukan akan musuh-musuh yang bisa datang kapan saja.
Perang terus berlanjut, setidaknya kami masih memiliki amunisi yang cukup untuk bertahan malam ini, tetapi akan kah harapan esok akan terjadi ?
Udara sekarang sangat lah dingin, mungkin ini adalah akibat dari embun dipagi hari. Suasana yang gelap dan hanya memiliki sinar bulan membuat semuanya seakan samar-samar. Siapakah yang ada didekat ku ?
Teman atau musuh ?
Mungkin semua bisa waspada, tetapi aku harus tetap siaga. Tak ada yang tau kapan dirimu akan habis atau kejadian yang tak diharapkan bisa datang kapan saja.
Semua menjadi sangat menakutkan diantara setiap langkah yang ku hadapi, seakan dunia menatap tajam ke arah kami. Oh bukan, ku rasa dunia menatap tajam ke arah ku. Rasa akan khawatir telah membuat diriku semakin siaga.
Yang terus ada di isi kepala ini "kapan perang ini harus berakhir ?"
sudah banyak langkah yang ku lakukan. Ini seperti permainan catur yang tidak ada pemenangnya, hanya berputar-putar pada satu sisi permainan saja.
Satu hal yang ku takutkan ketika menjalani misi ini adalah sebuah konspirasi penkhianatan. Bahkan dirimu tak pernah tau siapa yang ada disekitar mu, Penkhianat atau teman ? Yang bisa diriku lakukan adalah terus melangkah. Sekali lagi, melangkah maju seperti pion catur, kemudian remis lagi.
Yang ku ingin kan sekarang hanyalah melangkah..
Ya.....
Tak tau sampai kapan kaki ini sanggup melangkah, yang ku lakukan sambil siaga.
Ku pegang erat senjata ku, dan ku tatap semua yang ada disekelilingku.
Aku akan terus terjaga, tak ku biarkan seorang pun membuat kesalahan untuk ku.
Aku tidak yakin hidup ini untuk bertahan saja, sampai ku putuskan untuk menyerang saat tak ada lagi harapan.
"MEMBUNUH ITU MUDAH"
Andes Simamora | Medan City | 07 Juny 2011 02:08







0 comments:
Post a Comment